Belajar Bersama Komunitas : Mahasiswa KKN Unair Perkuat Pemberdayaan dan Sinergi di Desa Sarongan


Belajar Bersama Komunitas: Mahasiswa KKN Unair Perkuat Pemberdayaan dan Sinergi di Desa Sarongan
Desa Sarongan, yang terletak di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, baru saja menyelesaikan satu babak kolaborasi inspiratif. Selama hampir satu bulan, dari 6 Januari hingga 2 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar Program Belajar Bersama Komunitas (BBK). Program ini mewujudkan pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat melalui serangkaian kegiatan edukatif, pendampingan, dan pemberdayaan yang secara cermat menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta potensi lokal.
BBK tidak beroperasi dalam ruang hampa. Program ini justru mengedepankan kolaborasi erat dengan pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat Sarongan sebagai mitra dan sasaran utama. Kegiatan tersebut secara komprehensif menjangkau berbagai kelompok, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peternak, siswa sekolah dasar, guru, remaja, hingga masyarakat umum. Melalui sinergi ini, BBK merancang intervensi di empat pilar utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Tujuannya jelas, yakni mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu penting yang relevan dengan kehidupan mereka.
Pendekatan Partisipatif sebagai Kunci Keberhasilan

Esensi dari BBK terletak pada pendekatan partisipatif yang mengutamakan proses belajar bersama. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi lebih sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan merancang solusi. Metode ini memastikan bahwa setiap kegiatan benar-benar menyentuh akar permasalahan dan sesuai dengan konteks lokal. Fokus program bukan sekadar pada transfer pengetahuan, melainkan pada upaya mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat agar mereka lebih mandiri serta adaptif menghadapi perkembangan zaman.
Ragam Kegiatan untuk Pemberdayaan Holistik

Di bidang pendidikan, mahasiswa merancang kegiatan kreatif untuk siswa sekolah dasar, seperti kelas literasi digital dan eksperimen sains sederhana, yang bertujuan memicu minat belajar. Untuk para guru, mereka menyelenggarakan lokakarya pengembangan media pembelajaran inovatif. Bagi remaja, tersedia pelatihan kepemimpinan dan kesiapan kerja, membekali mereka dengan soft skill yang vital.
Pada sektor ekonomi, tim BBK memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM dan peternak. Mereka mengadakan pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital melalui platform media sosial, serta teknik pengemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual produk lokal. Bagi peternak, program pendampingan mencakup materi tentang kesehatan hewan dan manajemen kandang yang lebih baik.
Isu kesehatan dan lingkungan juga mendapat porsi penting. Masyarakat mengikuti penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pentingnya gizi seimbang, serta bahaya stunting. Kegiatan kerja bakti penanaman pohon dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga bersama kelompok ibu-ibu PKK turut menguatkan kesadaran kolektif akan kelestarian lingkungan Desa Sarongan.
Dampak dan Harapan untuk Keberlanjutan

Kehadiran mahasiswa KKN Unair ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga dan pemerintah desa. Gunoto, selaku Kepala Desa Sarongan, menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kami sangat menghargai program kerja yang mahasiswa KKN Unair Surabaya laksanakan. Kehadiran dan dedikasi mereka memberi energi baru bagi desa kami. Kami pun berharap tahun depan mereka berkenan kembali hadir di Desa Sarongan untuk melanjutkan kerja sama yang baik ini,” ujarnya.
Sentuhan personal program ini juga terasa dari ikatan kekeluargaan yang terjalin. Bu Harwati dan Bapak Pairi, yang menjadi orang tua asuh bagi mahasiswa selama mereka tinggal di Sarongan, menyatakan kebahagiaan mereka. “Kami merasa sangat bahagia dengan kehadiran anak-anak KKN yang bertempat di rumah kami. Semangat dan keinginan mereka untuk berbagi ilmu sungguh menghangatkan. Kami benar-benar berharap tahun depan mereka dapat kembali, untuk terus berbagi ilmu dengan masyarakat Sarongan,” tutur pasangan tersebut.
Pelaksanaan Program BBK telah membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi yang konkret dan berdampak positif. Program ini berhasil membangun jembatan pengetahuan, memperkuat sinergi, dan menjadi wahana pembelajaran bersama yang setara. Dampak yang dihasilkan tidak hanya terasa selama program berlangsung, tetapi juga menanamkan benih untuk perkembangan yang berkelanjutan.
Ke depan, semangat dan capaian dari Program Belajar Bersama Komunitas ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan menjadi fondasi bagi upaya kolektif membangun Desa Sarongan yang lebih maju, sehat, mandiri, dan berdaya saing. Komitmen semua pihak untuk menjaga komunikasi dan melanjutkan inisiatif yang telah dimulai akan menjadi kunci utama terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif.